Unik, Tiga Juri Inacraft Award Kesengsem Saringan Kopi dan Cobek Batu Merapi Magelang

JAKARTA – Sebongkah batu seringkali disepelekan, namun di tangan perajin lereng Merapi di Kabupaten Magelang, onggok batu dibikin jadi kerajinan nan apik.

Pada ajang Inacraft 2024, kerajinan dari batu itu menarik minat juri Inacraft Award. Tidak hanya satu juri, tapi tiga juri sekaligus.

International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024, kini tengah digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center atau JCC (28 Februari-3 Maret 2024). Ajang pameran yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki, diikuti sekitar 1.500 UKM dari seantero Indonesia.

Jawa Tengah juga turut ikut serta. Delegasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng memamerkan karya dari 65 UKM. Mereka berasal dari 13 kabupaten/kota dan dua OPD, yakni Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng.

Selain ajang jualan, Inacraft 2024 juga memberi penghargaan bagi perajin yang membuat kriya unik. Tidak saja dari bentuk, namun tetap fungsional.

Itulah alasan bagi Francis Surjaseputra, juri Inacraft Award 2024, menyambangi dan mengulik karya dari perajin Kabupaten Magelang. Ia melihat, kerajinan batu yang dibikin cobek dan lainnya mempunyai kelebihan. Salah satunya, saringan kopi dari batuan Gunung Merapi.

“Kebetulan di sini banyak juri yang tertarik, ada Pak Rahadi Ramelan juga. Memang kemasan itu beda, ada ukiran kontemporer, namun fungsinya sebagai cobek  pembuat sambal juga tetap bisa digunakan,” tutur Francis, Kamis (28/2/2024) sore.

Dikatakan, kriteria penjurian dari World Craft Councile, badan dunia yang berafiliasi dengan Unesco menjadi pedoman. Selain keindahan, juga faktor kelokalan, pemasaran, dan tentu saja kualitas.

“Apalagi di sini (stand Magelang) ada tiga juri yang tertarik. Tiga pilihan akan dipilih, mungkin salah satu, dan kenapa memilih itu akan dibahas dengan juri lain, dan dinilai,” tuturnya.

Perajin asal Qroon Art Magelang Purwono mengaku tak menyangka, menjadi salah satu nominator. Ia menyebut ada empat produk yang masuk nominasi.

“Ini produk saringan kopi dari batu, namanya pour over stone of temple. Uniknya ini ada rongga dan bisa untuk menyaring kopi. Ini biasanya limbah, tapi saya olah. Dan ini juga ada cobek,” tuturnya.

Menurut Purwono, kerajinannya itu diminati pelanggan, bahkan ia sampai kewalahan. Saat ini kerajinannya telah tersebar di Surabaya, Solo, Semarang, dan Bandung.

“Seringkali menolak orderan karena kekurangan perajin yang punya skill seperti ini. Kalau harga saringan kopi ini harganya Rp350 ribu, kalau cobek mulai Rp125 ribu,” imbuh Purwono.

Dia berharap agar kerajinannya bisa menembus penjurian dan menang. Karena kerajinannya ini belum banyak ditemukan di pasaran. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *