Dihadiri Ibu Negara, Puncak Peringatan HKG PKK Bertabur Penghargaan dan Kuliner Khas Solo

SURAKARTA – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak ke-52 PKK tuntas terselenggara di Taman Balekambang, Kamis (16/5/2024) malam. Dihadiri Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo, rangkaian yang tergelar sejak 14 Mei ini, diikuti sekitar 8.083 kader dari 38 provinsi.

Sejumlah penghargaan diberikan pada ajang tersebut. Termasuk, penghargaan Adi Bhakti Utama, kepada kader PKK yang telah lama mengabdi. Satu di antaranya, perwakilan dari Jawa Tengah, Siti Djuwartati asal Boyolali, yang telah mengabdi selama 50 tahun.

Iriana Joko Widodo yang juga Penasihat Utama PKK, mengajak kader-kader PKK dari seantero negeri, agar melayani masyarakat. Untuk menggenjot semangat mereka, Iriana bersama Ketua Dekranas Wury Ma’ruf Amin membagikan lima unit sepeda kayuh, kepada mereka yang bisa menjawab soal.

Saat berinteraksi dengan para kader, tak sengaja Iriana menemukan kader PKK yang telah 38 tahun mengabdi, namun tidak mendapat pin emas karena tidak bisa memenuhi persyaratan administrasi. Yaitu, Yunius Nadi kader dari Maluku Utara. Ibu Negara berharap, adanya perhatian khusus terhadap kader loyal tersebut.

Kader PKK asal Bangka Selatan, Ditya, juga beruntung mendapatkan sebuah sepeda kayuh. Laki-laki yang aktif dalam PKK selama 15 tahun itu, mengaku aktif berkegiatan, termasuk mewakili daerahnya dalam lomba senam Jambore PKK 2024.

“Ibu saya juga kader PKK, jadi diteruskan kepada anaknya. Saya terharu bisa ada di sini,” ujar Ditya.

Kepada para kader, Iriana dan Wury kompak mengucapkan selamat HKG ke-52 PKK.

Ketua Umum TP PKK Tri Suswati Tito Karnavian mengungkapkan, sebanyak 8.083 kader hadir selama rangkaian puncak HKG ke-52 PKK. Mereka mengikuti berbagai acara dalam Jambore PKK 2024.

Di antaranya, lomba cerdas cermat, lomba memasak nonberas, lomba paduan suara, hingga lomba senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Ia menyebut, selama periode kepemimpinannya 2019-2024, telah banyak program yang dijalankan.

Seperti Keluarga Sehat Tanpa Narkoba, Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan. Juga ikut mencegah stunting, gerakan menekan inflasi dengan tanam cabai di halaman, dan sebagainya.

Selain itu, gerak langkah PKK juga dikuatkan dengan Perpres No 99 / 2017 dan diatur dalam Permendagri No 36/2020. Sehingga kegiatan PKK diakomodasi oleh pemerintah pusat dan daerah yang juga menyangkut penganggaran dan program pemerintah.

“Harapan kami, agar kader PKK bisa melayani masyarakat agar tujuan mencapai kesejahteraan rakyat baik dari sisi ekonomi, karakter dan pendidikan yang luar biasa. Juga kader PKK bersemangat menjalankan program pokok PKK,” sebutnya.

Sementara itu, Penjabat Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana mengatakan, PKK adalah gerakan yang dimulai dari Jawa Tengah. Melalui gagasan Isriati Moenadi pada tempo 1967, yang prihatin melihat kondisi busung lapar warganya, kemudian dibentuklah unit Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di kabupaten/ kota.

Ia berharap, ajang nasional tersebut bisa menyuntik pendapatan asli daerah (PAD), baik bagi Kota Solo dan Provinsi Jawa Tengah.

“Terima kasih atas pemilihan Solo sebagai tuan rumah, ini tentu akan meningkatkan PAD, baik di Solo dan kabupaten lain. Ini sungguh kebahagiaan bagi kami,” paparnya.

Layaknya pesta ulang tahun, pada acara tersebut juga disediakan berbagai penganan bagi para kader. Di antaranya tengkleng, gempol pleret, dan hidangan istimewa kampung alias HIK atau nasi angkringan.

Suguhan itu menarik kader PKK dari luar Jateng. Seperti yang diungkapkan kader PKK asal Sumba Timur NTT, Yundri Adrian.

“Makanannya enak ada tengkleng tadi. Kita apresiasi karena Solo sudah menyambut dengan ramah. Tadi kita baru ke pasar Klewer, rencana besok mau ke sentra produsen jamu yang juga akan dikembangkan di Sumba Timur,” pungkas Yundri. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

Foto : Biro Pers

Foto : Kominfo Jateng

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *